06 Oktober 2013

Sapaan Sang Mentari : Penanjakan yang Memanjakan

BY ekp No comments



Jawa Timur adalah salah satu wilayah di tanah Jawa yang kaya akan gugusan gunung di atasnya.... yang sudah cukup termasyhur tentu adalah gunung Bromo...selain ciri khasnya dengan budaya tengger...Bromo merupakan gunung yang dikelilingi dengan pemandangannya eksotis....begitu mudah mencari lokasi keren di gunung ini...dan poin plusnya, jalur menuju Bromo ini sudah sangat mudah...jalanan beraspal mulus meliuk-liuk dari Probolinggo hingga ke Cemoro Lawang yang merupakan pintu gerbang perjalanan menikmati sajian keelokan Bromo....dari Cemoro Lawang pun tak perlu jalan kaki, karena Jeep-Jeep telah siap sedia mengantar ke tempat-tempat spesial di sana....

Eksotisme Bromo takkan pernah lengkap tanpa diawali dengan menyaksikan terbitnya matahari dari ufuk timur dunia...untuk itu dini hari akan jadi waktu yang pas memulai perjalanan di kawasan yang masuk sebagai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru itu...Penanjakan pasti jadi tujuan pertama karena menyimpan sudut yang tepat untuk menanti kemunculan sang surya...

Raungan mesin dan pasir yang beterbangan akibat putaran roda jeep mengantar menyusuri jalanan berkelok yang memang berpasir itu...meski pandangan terhalang kabut pasir dan gelapnya sekitar...jeep terus melaju tak terhadang...

Laju terhenti...itu berarti Penanjakan sudah menanti...sekilas tak ada yang spesial dari tempat ini...hanya tempat tinggi di pinggir jurang yang dihiasi bukit yang dinamakan “Bukit Cinta”...tapi jangan salah...saat lebih teliti lagi melihat pemandangan di sekelilingnya...akan ditemukan arti dari keindahan yang sebenarnya...hamparan awan bak lautan kapas..putih terbentang seolah menjadi alas bagi gunung Batok, gunung Bromo, dan gunung Semeru yang fenomenal itu...

Pertunjukannya belum berhenti sampai di situ, karena di Penanjakan bintang utamanya adalah sang mentari...dari sinilah kemunculannya dapat disaksikan...hawa dingin seolah menambah dramatis momen penantian terbitnya matahari pagi itu...

Langit gelap perlahan diwarnai oleh semburat cahaya jingga yang itu pertanda sang surya akan segera tiba...tanpa perlu izin...sang mentari melangkah naik menuju singgasana...bumi pun seakan tak sabar untuk diterangi oleh sinar sang surya...pelan-pelan matahari terbangun dari peraduannya...muncul sedikit demi sedikit...hingga nampak sempurna bulatnya memancarkan cahaya yang menjadi harapan dunia hari ini.... perlahan mentari datang...perlahan dunia menjadi terang...

Sang mentari menyapa dengan kehangatan yang dibawanya...sapaan sinar-sinarnya memberi nuansa damai bagi penghuni bumi....Bromo, Semeru, Batok seakan bersorak sorai bahagia menyambut datangnya sang pemberi cahaya...

Beruntungnya pagi itu menjadi yang pertama disapa oleh sang surya....indah luar biasa...lukisan asli dari Yang Maha Kuasa melalui suguhan mentari pagi-NYA....

Tak pernah habis kekaguman tiap menyaksikan matahari terbit di pagi hari...momennya sama tetapi sensasinya selalu berbeda...belum lagi pemandangannya yang selalu menyita...kali ini giliran penanjakan memberikan cerita menikmati pesona sang mentari yang baru bangun dari tidurnya...

Maka tak pernah lupa pula bahwa keindahan alam semesta ini dari Sang Maha Pencipta...mata boleh tak berkedip memandang...mulut boleh ternganga saking senangnya...kaki boleh tak mau beranjak karena kekaguman yang memuncak....tapi bibir tak boleh berhenti bertasbih memuji Sang Penguasa Alam Semesta....


24 September 2013

Motivasi Bukan Sekedar Diksi

BY ekp No comments

Di era sekarang ini hal-hal yang berbau motivasi sepertinya sangat laku dan diminati...dari acara televisi, acara kantor, acara kampus, acara yang sifatnya religius, bahkan sampai di sosial media pun telah banyak bertebaran kata-kata indah dengan kandungan motivasi yang dituliskan oleh sang motivator...

Meski tak semuanya menyatakan diri berprofesi sebagai motivator, tapi entah itu Mario Teguh, Andrie Wongso, Ippho Santoso, Tungdesem Waringin, Ustadz Yusuf Mansyur, Aa Gym, Ustadz Felix Siauw, Darwis Tere Liye, dan banyak orang lainnya (termasuk diri kita) telah menggunakan segala media yang bisa dijangkaunya untuk mehnyematkan kata-kata bijak yang penuh dengan makna motivasi diri...di berbagai bidang kehidupan...

Semua rangkaian kata-kata yang disusun akan terdengar begitu merasuk hati dan kadang tanpa sadar kepala akan mengangguk-angguk membenarkan kalimat yang disampaikan...tak perlu diragukan lagi, ungkapan-ungkapan dari para "motivator" apapun latar belakangnya itu akan selalu positif dan menjadi bahan renungan kala introspeksi diri...

Tak perlu lagi disebutkan di sini contoh kalimat-kalimat motivasi yang pernah kita dengar...karena yakin dengan seyakinnya bahwa kita semua sudah tak asing lagi dengan hal itu...beberapa dari kita pasti sudah follow akun twitter para "motivator" tadi, bahkan akun twitter yang menamakan dirinya dengan embel-embel "motivasi" pun sudah banyak beredar...di facebok juga ta beda jauh...belum lagi media elektronik yang menyediakan slot khusus untuk acara yang intinya memberikan motivasi di segala lini kehidupan bagi pemirsa yang menontonnya...

Dunia nampak begitu indah dari ungkapan-ungkapan yang terlontar...hidup seakan mudah menilik dari diksi-diksi yang terucap...damai serasa begitu dekat dari kata-kata yang tersusun penuh makna...mungkin akan muncul pemikiran dari benak kita semisal "kehidupan tak semudah yang dikatakan", "dunia tak seindah kata-kata Mario Teguh", dan lain sebagainya....

Percaya ga percaya...menurut saya kehidupan yang sebenarnya itu memang seperti itu....seperti kata-kata bijak itu...seperti kalimat-kalimat indah itu....seperti kata-kata motivasi itu....tak ada yang salah dari semua kata-kata motivasi yang kita dengar....petuah-petuah bijak itu juga sama sekali tidak mengada-ada...

Masih ga percaya?coba sekali lagi kita baca pelan-pelan kalimat motivasi yang pernah kita baca...baca perlahan dengan pendalaman makna tiap kata-katanya....setelah selesai,  coba kita cari cuplikan peristiwa yang benar-benar pernah kita alami yang kira-kira cocok dengan kalimat motivasi yang kita baca tadi....lalu bandingkan langkah yang telah kita ambil dengan langkah yang dikatakan kalimat motivasi tadi....jika kita benar-benar objektif membandingkannya..maka akan kita temukan bahwa kalimat motivasi itu benar adanya...

Lalu akan muncul tanya di benak kita.."kenapa kenyataannya tak seindah kata-katanya?"...hampir dapat dipastikan penyebabnya karena tidak mau...atau tidak mampu...atau tidak bisa...atau lupa untuk mengaplikasikan keseluruhan isi kata-kata motivasi itu ke dalam tindakan atau sikap nyata...

Saya masih percaya bahwa tidak ada yang salah dengan apa yg disampaikan dalam sebuah kalimat motivasi...yang salah ada pada diri manusianya...sejatinya yang biasa disampaikan dalam rangkaian kata motivasi itu hanyalah menunjukkan bagaimana fitrah nya seorang manusia dalam menyikapi permasalahan sehari-harinya....jadi sederhananya...memang harusnya sikap manusia dalam menghadapi masalah itu ya kaya yang di  kalimat-kalimat motivasi itu...

Kuncinya sebenarnya pada kemauan diri sendiri untuk melihat kekurangan dan kelemahan...kemauan untuk mengakui bahwa sebuah kalimat motivasi itu ga ada yang salah dan mengada ada...dan yang paling penting adalah sepenuhnya mengamalkan kata-kata motivasi itu...praktik dalam kehidupan nyata adalah yang utama untuk meraih kebahagiaan dan ketenteraman...karena motivasi bukan hanya sekedar diksi...penuh makna untuk introspeksi...diamalkan untuk memperbaiki diri...demi mencapai kebahagiaan dan ketenteraman di tingkat yang tertinggi

Sapaan Sang Mentari : Pertunjukan di Puncak Slamet

BY ekp No comments



seberkas cahaya jingga perlahan demi perlahan menyeka gelap yang mewarnai langit...cahaya itu makin lama makin terang...sang pemilik cahaya pelan-pelan menampakkan dirinya...muncul seiring bulat wujudnya dan sempurna sinar pancarannya...langit biru cerah terhampar seakan menyambut kedatangan sang mentari yang gagah di antara gugusan awan...

 ***

Sensasi yang tak ada duanya saat menanti detik-detik terbitnya matahari...rangkaian prosesnya tak kan pernah rela untuk dilewatkan....benar-benar merefleksikan apa yang ditulis ibu Kartini.."habis gelap terbitlah terang"...

Tak sembarang tempat bisa menyajikan keelokan sunrise...pantai biasanya tempat yang mudah untuk menunggu sang mentari datang...hamparan laut yang luas seakan jadi panggung megah bagi kemunculan matahari...

Tapi sepertinya ada panggung yang lebih spektakuler lagi...gunung jadi tempat terhormat bagi pertunjukan kegagahan sang penerang siang....lautan awan bak kapas menambah istimewanya penyambutan kunjungan mentari...

Menatap sunrise dari puncak gunung membuat kita seolah menanti matahari meniti langkahnya menaiki anak tangga menuju singgasana tertinggi yang terbuat dari putihnya hamparan awan untuk memberikan sinarnya bagi manusia-manusia yang sedang berada di pucuk dunia...

Sungguh kesempatan yang langka saat pendakian ke gunung slamet tempo hari...setelah beberapa kali pendakian momen matahari terbit selalu terlewatkan...entah karena memang waktu yang tak memungkinkan atau hanya karena sekedar bangun kesiangan...saat itu...di gunung slamet...kami berhasil melawan rasa pegal-pegal dan bangun lebih awal...dengan satu tujuan melangkahkan kaki ke puncak demi menjadi manusia yang melihat matahari pertama hari itu...

Medan penuh batuan dan kerikil terus disusuri....tanjakan curam terbentang di depan pandangan...dingin menyapu kulit menembus lapisan jaket yang sudah cukup tebal...angin ikut bertiup kencang menerpa tanpa ampun....semua tetap dihadapi dengan penuh perjuangan menjaga asa menginjakkan kaki di puncak Slamet yang berdiri jumawa...demi menanti bangunnya sang surya....

Dengan bantuan dan kesempatan dari ALLAH akhirnya kami berhasil mendapatkan tiket untuk menyaksikan salah satu opera luar biasa di dunia...sunrise di puncak tertinggi kedua di Jawa...sangat istimewa...

Peluh terbayar dengan remang jingga di atap dunia....lelah terlupa saat sang surya menyapa dengan lambaian cahaya...

Lembut dan putihnya awan jadi permadani bagi sang mentari...puncak sindoro dan sumbing ikut menghiasi indahnya alam pagi itu...
tak henti diri ini berdecak kagum...mata tak ingin memalingkan pandangannya...kaki tak ingin meninggalkan jejaknya...dan bibir terus bertasbih memuji keagungan Pemilik Alam Semesta Raya...

 Jika sudah terpaku pada kemolekan sapaan sang mentari...tak terbantahkan lagi perkataan Quran...”nikmat ALLAH mana lagi yang engkau dustakan”....salah satu nikmat terbesar yang dikaruniakan-NYA adalah alam semesta beserta segala fenomena dan peristiwa yang tak akan pernah berhenti membuat kita terpesona...

Manusia tinggal menikmati dan mensyukuri agar terus dapat memupuk keimanan dalam hati melalui suguhan alam yang tak terganti....

***

Langit gelap berwarna hitam...
Sebab tak lewat satu sinaran...
cahaya jingga perlahan membentuk goresan...
mentari terbangun menembus awan...
pancarkan terang di puncak Slamet...
sekejap membentuk lukisan indahnya alam...

08 September 2013

keretanya para ekonom

BY ekp No comments

kereta ekonomi...sarana transportasi ini sangat diminati di negeri ini...bukan karena kenyamanannya tp lebih karena harga murahnya sepertinya...
kereta api yang notabene angkutan umum dengan tingkat keamanan perjalanan yang paling tinggi kerap kali menjadi pilihan dlm menemani aktivitas lintas kota di pulau jawa...tak heran kl hukum permintaan lebih tinggi dari penawaran berlaku di sini...
tiket yang sudah bisa dipesan lama sebelum keberangkatan membuat
kereta api laris manis tanjung kimpul...

PT KAI sebagai perusahaan yg bertanggung jawab atas kereta api di Indonesia beberapa tahun belakangan berusaha keras memberikan perbaikan demi kenyamanan penumpang...
kelas eksekutif semakin diperindah...kelas bisnis diperdingin dg dipasang AC...pun demikian dengan kelas ekonomi yg mengalami perbaikan signifikan...
AC dipasang demi sejuknya udara yg berkeliaran di gerbong ekonomi...pedagang dilarang seliweran saat kereta jalan...penumpang pun sesuai jumlah kursi yang ada...ini jelas jauh berbeda dg kereta ekonomi jaman dulu yg terkenal dengan hawa panasnya... pedagang (bahkan pengamen) yang tak henti lalu lalang...dan penumpang yg bergelimpangan sepanjang gerbong karena tiketnya tanpa tempat duduk..

beberapa kali saya mencoba mencicipi kereta ekonomi di era PT KAI yg baru ini...perbaikan itu memang benar adanya...kalo kata syahrini "terpampang nyata"...beberapa kali saya pergi ke wilayah jogja dan jawa tengah...kereta ekonomi yg saya naiki super dingin...sepi dari pedagang...
dan penumpangnya nyenyak tertidur di kursi masing-masing...
semua kenyamanan itu tentu bukan tanpa konsekuensi...harga tiket terkena imbasnya..harga tiket ekonomi dinaikkan..dan tentu memberatkan bagi para pengikut setianya...

tapi ternyata itu tak berlangsung lama...karena mulai bulan september (kl tidak salah) pemerintah segera bergerak untuk memberikan subsidi agar tiket kereta ekonomi murah kembali seperti asalnya...harga turun hingga mencapai setengahnya...
kembalinya kereta ekonomi ke fitrahnya itu disambut gembira oleh para pengguna kereta...perjalanan mereka kembali dapat dijangkau dg harga yg merakyat...
Kini semua punya harapan untuk naek kereta murah yang dingin, bersih, aman, dan nyaman..

begitu juga dengan saya...bulan september yg telah terjadwal untuk mengunjungi belahan dunia di sebelah timur tanah jawa...jadi kesempatan utk merasakan kereta murah nan nyaman itu..saya dan beberapa kawan memilih kereta kertajaya utk ditumpangi menuju jakarta..hanya dengan 50ribu rupiah...kami berangan dapat perjalanan yang murah meriah...

tapi apa nyana...tak sesuai yang dibayangkan...kereta ekonomi ini masi terasa gerah dengan AC yang hanya nampak bak pajangan...pedagang juga bergantian menawarkan dagangan...untungnya penumpang masih sesuai tempat duduk yg ada (meski agak terganggu dg penumpang yg seenaknya menukar2 jatah tempat duduknya)...

saya jadi bertanya-tanya...kemana kereta ekonomi nyaman bin sejuk yg pernah saya rasakan beberapa bulan lalu?
apa karena harganya telah kembali murah lalu kenyamanannya jadi punah?
mungkin ada yg burujar "murah kok minta enak"..tapi apa yg murah tak berhak minta enak?
saya jg tidak tahu apa kereta ekonomi jurusan surabaya-jakarta saja yg seperti ini...ah tapi masa sih dibeda-bedakan...

ya begitulah...saya hanya bisa bertanya-tanya...entah siapa yang bisa menjawabnya...

07 Agustus 2013

Pra Musim

BY ekp No comments



Pada bulan-bulan Juli sampai Agustus seperti ini, para pemerhati sepakbola sedang banyak-banyaknya disuguhi persiapan Pra-Musim tim-tim kesayangannya. Mulai dari siaran langsung di televisi hingga kunjungan langsung tim idola ke negara-negara yang menjadi destinasi tujuan tur mereka. Euforia selalu mengiringi, gegap gempita manusia yang mengaku gila bola akan selalu jadi magnet yang kuat, kemeriahan dan semangat penontonnya tak ketinggalan. Beragam atribut yang dipunya pun tak ada yang boleh ketinggalan demi menunjukkan identitasnya sebagai fans fanatik. Sorakan dan teriakan khas masing-masing klub juga terdengar lantang sepanjang pertandingan, menambah luar biasanya atmosfer tiap pertandingan pra musim, membuat pemain sepakbola bak menjadi Raja di tiap negara yang disinggahi.

Belum lagi keuntungan dari sisi bisnis yang bisa diraih klub-klub top itu dengan mendekatkan diri ke fans base mereka. Tiket pertandingan bakal sold out dalam sekejap, marchandise laku keras, dan segala bentuk kegiatan yang bisa mendatangkan keuntungan buat mereka selalu diburu.

Bermacam-macam iming-iming di atas tadi yang membuat tim-tim sepakbola top dunia tak pernah absen untuk melakukan persiapan pra-musim baik itu dengan tur keliling suatu benua ataupun hanya sekedar turnamen “kecil-kecilan”. Semua hal tadi juga yang menjadi salah satu tujuan mereka melakukan pra musim. Tentu keuntungan yang luar biasa buat klub dengan semua kemeriahan pra musim tadi.

Tapiii.......tahu kah kita bahwa tujuan utamanya sebenarnya bukan semua itu. Inti dari pra-musim buat mereka adalah persiapan menghadapi musim penuh setahun yang akan diarunginya di berbagai level liga dan kompetisi. Pengembalian kondisi fisik, pematangan kembali taktik, dan penerapan strategi yang baik menjadi target utama mereka di pra musim. Mereka tahu bahwa perjuangan di liga masing-masing nanti selama semusim penuh sangat berat. Tiap-tiap pertandingan akan menuntut peluh yang maksimal. Lawan-lawan yang dihadapi pun tak ada yang benar-benar mudah. Persiapan pra-musim yang benar-benar matang menentukan besarnya peluang juara nantinya.

******
Begitulah sejatinya puasa di bulan Ramadhan ini, jika dianalogikan, puasa sekarang ini ibarat persiapan pra-musim buat umat manusia, buat kita semua. Memang benar sekali bahwa puasa di bulan Ramadhan ini sangat besar keutamaannya, nilai ibadah ditingkatkan kategorisasi nilainya, yang sunah jadi bernilai wajib apalagi yang wajib, nilainya pasti berkali-kali lipat. Kenikmatan yang diberikan Allah di bulan Ramadhan ini memang sangat memanjakan kita, bagaimana tidak, Allah membuka semua pintu langit, pintu surga dibentangkan selebar-lebarnya, pintu neraka ditutup rapat, setan yang biasa menghasutpun “dikerangkeng” oleh Allah. Ampunan Allah bentang kan seluas-luasnya, manghfiroh Allah kucurkan tak terhingga. Bonus saat 10 hari terakhir Ramadhan pun ga ada yang bisa ngalahin, malam Lailatul Qadar pun dihadiahkan Allah dengan nilai yang lebih baik dari seribu bulan.

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu:
Adalah Rasulullah SAW memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda, "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa'." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i)

Allah juga menegaskan bahwa puasa di bulan Ramadhan ini adalah urusan langsung Beliau Yang Maha Esa dengan manusia makhluk ciptaannya. Bagaimana tidak istimewa namanya kalau Dzat Yang maha Tinggi, Allah swt, menilai langsung puasa Ramadhan kita?

Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Nabi bersabda:
"Setiap amal yang dilakukan anak Adam adalah untuknya, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta'ala berfirman, 'Kecuali puasa, itu untuk-Ku dan Aku yang langsung membalasnya. la telah meninggalkan syahwat, makan dan minumnya karena-Ku.' Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada aroma kesturi

Ibadah spesial seperti sholat tarawih diperintahkan di bulan Ramadhan, nikmatnya makan minum lebih berasa saat sahur dan berbuka. Beribadah pun terasa lebih “meriah” dan bersemangat, euforia umat muslim memakmurkan masjid terasa berbeda, berbondong-bondong menuju masjid untuk sholat berjamaah. Gema dakwah bergemuruh di tiap sudut kota, meyebarkan ajakan menuju kebaikan sesuai Islam. Lantunan ayat suci Al Quran seakan-akan berlomba terus dipersembahkan mengingat ganjarannya yang begitu menggiurkan di tiap huruf yang dibacanya. Acara televisi juga tak ketinggalan menyesuaikan acaranya agar serasi dengan keberkahan bulan Ramadhan.

Nikmatnya berbagi pun terasa semakin bermakna bagi orang yang berpuasa, sedekah sangat dianjurkan karena keutamaan dan balasannya yang Allah janjikan berkali-kali lipat di bulan mulia ini. Belum lagi anjuran untuk memberi makan orang yang sedang berbuka puasa, Allah menjamin pahala yang sama tak kurang sedikitpun seperti orang yang sedang berpuasa tersebut. Tak ketinggalan sensasi berzakat yang terasa begitu menggoda di bulan Ramadhan.

Belum lagi kalau ditinjau dari sisi kesehatan, puasa mempunyai manfaat yang dapat diuji secara medis. Sistem pencernaan yang telah digenjot habis-habisan setahun penuh, diistirahatkan dan “turun mesin” dengan pengendalian pola makan selama berpuasa Ramadhan. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa puasa malah meningkatkan kekebalan tubuh, dan tak ketinggalan puasa juga signifikan mempengaruhi psikologis, bisa menurunkan tingkat stress. Dan banyak lagi mungkin manfaat bagi kesehatan kita saat berpuasa, tapi di sini saya tidak akan membahas rinci tentang penelitian-penelitian para ahli tentang puasa. Pokoknya adalah puasa sangat bermanfaat bagi manusia dalam menjaga kesehatannya.

Semua iming-iming di atas tentang puasa, membuat umat Islam yang beriman takkan merelakan waktunya sia-sia selama bulan Ramadhan, tak ada satu pun yang bersedia puasanya bolong meski satu hari, tiap tahun bulan Ramadhan selalu dinanti dan puasa menjadi ibadah yang dirindui. Tujuannya jelas, dapat meraih semua keutamaan puasa Ramadhan yang dijanjikan dan dijamin Allah, karena janji dan jaminan Allah tak akan meleset sedikitpun, janji dan jaminan Allah tidak mengenal deviasi, semuanya serba tepat dan pasti. Tentu keuntungan yang luar biasa berlimpah bagi seorang pemeluk agama Islam melaksanakan ibadah puasa dan ibadah lainnya yang jaminannya keutamaan dan pahala luar biasa besarnya.

Tapiii.....masih sadarkah kita bahwa tujuan utama puasa bukan hanya sekedar itu semua, bukan hanya mengejar keutamaannya semata. Puasa dan bulan Ramadhan ini sejatinya hanya layaknya persiapan Pra-musim bagi kita orang Islam, mempersiapkan diri menghadapi satu musim penuh di 11 bulan ke depan yang kompetisinya sangat ketat dan berliku. Pertandingan-pertandingan berat akan menuntut kesiapan iman dan ketaatan kita yang dilatih selama sebulan penuh di Ramadhan. Setelah berlatih melawan hawa nafsu saja di Pra-musim ini, kita harus siap menghadapi kompetisi yang sebenarnya, melawan bukan hanya hawa nafsu, tapi juga syaitan yang selalu setia merepotkan dan menjerumuskan kita. Pada saat puasa di bulan Ramadhan, fitrah manusia yang merupakan orang baik, yang bertaqwa dan menghamba hanya kepada Allah, berusaha dikembalikan lagi dengan Ramadhan. Dan hasilnya akan benar-benar ditantang di bulan-bulan setelah Ramadhan. Pra-musim yang matang selama bulan Raadhan akan memperbesar kans kita menjadi juara, juara yang sesungguhnya, yaitu menjadi orang yang bertaqwa, karena inti dari puasa adalah agar manusia menjadi hamba Allah yang bertaqwa, yang berhak meraih trophy dan penghargaan tertinggi dari Allah melalui surga-Nya kelak.
Pra-musim yang berhasil ditandai dengan gelar Juara.....dan Puasa di bulan Ramadhan ibaratnya sebuah Pra-musim, keberhasilannya ditentukan dengan raihan gelar juara, yaitu ketaqwaan...Puasa yang berhasil adalah puasa yang bisa membawa ketaqwaan dalam hatinya sepanjang tahun yang berbekas dalam tiap catatan hidupnya.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Al Baqarah : 183)